"Bolehkan kita pamrih kepada Allah setelah kita melakukan bersedekah ?"
Pertanyaan ini keluar dari seorang teman ketika sedang berdiskusi senja dikampus, sebut saja "kampus biru" namanya.
Ustadz Yusuf Mansyur pernah menulis tentang 'Boleh Gak Pamrih Sama Allah?' dan beliau menulis sebagai berikut.
"Boleh Gak Pamrih Sama Allah?"
Emang boleh pamrih sama Allah..??
Apa gak Pamrih tuh..?
Bukannya harus ikhlas memurnikan sedekah karena Allah..???
Pertanyaan ini sering bener ditanyakan. Buat saya, seneng juga jawabnya jika memang ada waktu. Sebab ini bukan hanya persoalan sedekah, tapi juga persoalan tauhid dan keyakinan kepada Allah. Allah meminta kita kepada-Nya. Bahkan tidak mengharuskan kita untuk sedekah atau tidak. Artinya tanpa sedekahpun, meminta diperbolehkan dan menjadi ibadah tersendiri.
Sampe sini, dalam bahasa sederhana saya suka mengatakan: Engga sedekah juga boleh minta sama Allah, Artinya, bila tanpa sedekah kita boleh meminta, mestinya dengan bersedekah kita tambah lagi boleh meminta. Sebab permintaan kita disertai sedekah sebagai amal saleh.
Ada yang kemudian nanya, "terus, niatnya apa? sedekah supaya punya mobil?" Tanya yang bertanya sambil terpingkal-pingkal sendiri. Masa iya sih boleh sedekah supaya bisa punya mobil? wuah, saya mah istiqamah saja dengan jawaban saya. Sekali lagi, sekedar berdoa supaya bisa punya mobil saja, boleh. Apalagi didahului sedekah.
SUMBER : http://niyazkhalil.blogspot.sg/2012/06/boleh-gak-pamrih-sama-allah.html
Cobalah buka mata hati sebentar untuk gagasan ini, pemikiran ini, pendapat ini. Jangan buru” ditolak. Kalau dari awal udah nolak, ya susah. Coba ya, ikuti penjelasan ini sebentar.
Saya tahu, barangkali sang penanya tidak menduga jika candaannya ini dibawa ke penjelasan serius. Penjelasan yang bisa jadi membawa si penanya malah benar-benar bisa punya mobil beneran, jika belom punya.
Coba, sekarang, koreksi kalimat saya: “Ya Allah, besok udah mau puasa. Habis puasa, datang lebaran. Saya kepengeeeeennn sekali memuliakan orang tua. Ingin memanjakan orang tua, dan membahagiakan orang tua. Ya Allah, dulu ketika orang tua saya gagah, usianya masih muda, pulang kampung berhimpit-himpitan ga masalah ya Allah. Pulang kampung macet”an di dalam bus, atau kereta, ga ada masalah ya Allah. Tapi sekarang, dengan usianya yang senja, itu menjadi masalah. Ya Allah, berikanlah saya mobil. Buatlah saya memiliki rizki untuk bisa beli mobil. Agar saya persembahkan mobil itu kepada orang tua saya, dan kemudian beliau-beliau bisa pulang kampung dengan nyaman dengan mobil itu. Ya Allah, bila Engkau menyuruhku untuk meminta, kepada-Mu yang Maha Kaya lagi Maha Pemurah, maka sekarang inilah saya meminta kepada-Mu. Saya memohon kepada-Mu agar mobil itu bisa saya beli sebelum hari raya tiba. Ya Allah, kabulkan lah doa saya ini. Saya kepengen melihat orang tua saya tersenyum bahagia melihat saya membawa mobil ini ke hadapannya dan mengatakan bahwa besok mobil ini akan mengantarkan emak dan bapak pulang kampung, berziarah ke makamnya mbah. Ya Allah, terbayang bahwa emak dan bapak saya akan tidur terlelap tanpa khawatir copet, maling, ga usah berpeluh” keringatan, keletihan. Sebab naik mobil sendiri. Jika beliau mau singga sebentar ke rumah makan yg disukai, beliau tinggal berbisik kepada supirnya ini mobil. Jika beliau ingin shalat di tengah perjalanan, pun beliau tinggal berbisik pula kepada ini supir. Ya Allah, belom lagi Engkau kabulkan doa ini, Engkau sudah memberikan saya kebahagiaan. Saat saya berdoa ini, Engkau membuat diri saya ini tersenyum sendiri. Bahagia. Seakan2 Engkau sudah sungguhan memberikan saya dan orang tua saya, mobil. Makasih ya Allah…”.
Doa ini saya bacakan kepada yang bertanya, dan mengatakan kepada dia, boleh ga saya berdoa seperti ini? Berdoa minta mobil? Rasanya, sulit bagi dia untuk menjawab tidak boleh. Ada kesantunan tentu saja di dalam doa ini. Begitu pun saya. Ketika saya menyeru kepada diri saya dan jamaah semua, ayo, bersedekahlah, dan berdoalah kepada-Nya, untuk setiap hajat dan keinginan, kesulitan dan permasalahan hidup. Tentu saja terkandung di dalamnya kesantunan di dalam doa. Bukan seperti memberi dengan kasar kepada Allah, lalu berkata kasar pula kepada Allah, Hei, berilah aku mobil. Aku sudah bersedekah kepada-Mu. Ya, tentu saja bukan doa seperti ini yang saya maksudkan. Berdoalah seperti biasa. Namun hantar doa itu dengan amal saleh, sebelum dan setelahnya. Sedang sedekah, adalah bukan satu2nya amal saleh. Ia hanya satu dari sejuta amal saleh yang bisa dipilih oleh kita.
Saudaraku semua. Bahkan di dalam doa tadi, sudah ada amal saleh loh. Tahukah saudara, apa amal saleh di dalam doa tadi? Nawaitu membahagiakan orang tua. Ya, nawaitu membahagiakan orang tua, adalah amal saleh dari sebuah niatan baik. Dan insya Allah, doa itu “tidak berdiri sendiri”. Doa itu dihantar, dibungkus, dengan amal saleh yang begitu indah. Dia meminta mobil, bukan untuk dirinya, melainkan untuk Ayah dan Ibunya.
SUMBER : http://niyazkhalil.blogspot.sg/2012/06/boleh-gak-pamrih-sama-allah.html

















